Jurnalistik Foto
Temporary Issue Photography
Banjir Rawa Makmur, Kota Bengkulu adalah peristiwa yang tidak pernah alfa terjadi setiap waktu hujan tiba yang sampai detik ini belum ada solusi yang diberikan dari pemerintah. Kondisi ini membuat masyrakat sekitar Rawa Makmur menjadi resah.
Jalan raya lintas Sumatra itu menjadi genangan air yang luas sehingga banyak sekali berbagai macam kendaraan mengantri panjang. Pengendara sangat berrhati-hati melalui jalan ini agar terhindar dari lobang supaya selamat sampai tujuan.
Genangan yang setinggi lutut menyebabkan akses jalan terganggu. Rumput-rumput sekitar jalan pun tenggelam menjadi busuk dan mati
Semua pengendara wajib hati-hati dijalan karena jika tidak maka sering berselisih dengan pengendara lain karena cipratan mengenai mobil atau motor di sebelahnya.
Ditengah-tengah banjir ada saja orang-orang yamng mencari keuntungan seperti bapak bertopi merah ini yang membawa ember kecil untuk wadah uang dari pengendara yang lewat. Bapak itu tidak langsung minta namun berdiri ditengah jalan untuk mengarahkan pengendara supaya tau mana jalan yang lobang dan siring agar tidak dilalui.
Ada sejumlah toko, rumah, dan masjid yang terdampak salah satunya adalah Bengkel ini yang lumpuh total pekerjaannya saat banjir datang.
Truk Pertamina melalui Jalan Lintas Sumatra ini melaju dengan sangat pelan-pelan agar kendaraan motor yang lewat tidak jatuh akibat terjangan air dari ban truk.
Air sungai meluap bukan halngan bagi beberapa mereka yang tetap ingin melintas dijalan ini. Salah satu yang melintas adalah pemotor dengan cara meninggikan kaki pada dasbor motor agar sepatu dan celana tidak basah.
Warung manisan yang banyak terdampak di sekitar Rawa Makmur sehingga pembeli semakin sedikit dan tempatnya kumal akibat banjir.
Toko buah-buahan Bandar Buah Segar pun mengalami hal yang sama penurunan jumlah penjualan akbit terdampak banjir.
Akibat banjir sampah bermunculan dimana-mana tanpa ada kebijakan dan solusi dari pemerintah setempat.

Komentar
Posting Komentar