Kepulangan membawa duka satu desa
Nuansa bulan suci Ramadhan yang dinantikan seluruh umat Islam. Pada tahun 2024 aku menjalani hampir satu bulan penuh melaksanakan ibadah puasa sendiri. Kesendirian ini memang disengaja, karena sedang melanjutkan pendidikan jenjang kuliah di Universitas Bengkulu. Aku kuliah memang sudah berniat untuk tidak tinggal di kos atau kontrakan karena sadar akan ekonomi keluarga. Jadi aku memilih tinggal di Masjid Akbar, Rawa Makmur Permai yang memiliki jarak tempuh 5 menit dengan kampus. Mulai dari awal semester aku sudah menetap di Masjid Akbar dan beradaptasi dengan masyarakat sekitar. Ketika aku berangkat dari desa dulu hanya membawa beberapa perabotan seperti peralatan masak, selimut, bantal, pakaian dan lainnya dari rumah.
Semester satu berjalan dengan banyak lika-liku kehidupan kampus yang aku tempuh. Dari mulai berangkat pagi pulang malam, di tegur orang lain, tugas kuliah yang banyak, kesibukan organisasi, dibentak-bentak ketika KBS, di minta birokasi FISIP untuk jadi petugas, dan lainnya yang tidak bisa dijelaskan satu persatu. Namun, dibalik padatnya kegiatan yang aku ikuti selalu tetap tertanam di hati bahwa lelah mu sekarang tidak selelah orang tua dalam membesarkan ku. Hal inilah yang menjadikan memacu aku selalu bersemangat untuk kuliah.
Pada semester satu aku pernah kehilangan HP saat sholat Dzuhur di Masjid Akbar. Ceritanya posisi siang itu aku sedang belajar membawa HP, laptop, buku, dan pena didalam Masjid. Memang sebelum masuk Dzuhur keadaan hujan deras dari jam 10.00 - 11.00 ± tapi tidak lama. Setelah satu jam , hujan reda aku memang tidak kembali ke kamar karena menunggu waktu tiba untuk adzan Dzuhur. Sebenarnya Gharim (Pak Edi) menyuruh aku untuk masukin alat-alat ku ke dalam kamar marbot tapi bodohnya aku padahal sudah diingatkan nyatanya tidak aku masukan juga.
Ketika adzan aku sadar HP dan laptop masih ada aku letakkan di ujung kanan shaf depan. Mulai panik ketika selesai sholat ba'diah Dzuhur laptop dan casan ada tapi HP nya hilang tidak tau siapa yang mengambilnya. Memang sih ketika rakaat pertama ada yang datang masbuk disamping kiri aku tapi aku tidak ingin menuduh. Pernyataan dari jama'ah lain memang di Masjid Akbar sering terjadi kemalingan dan orang nya tidak jauh tinggal nya dari Masjid. Nah, dari situ aku belajar ikhlas meski berat sudah banyak tugas-tugas dan file didalam HP eh malah ujiannya begini. Jadi aku pasrah dan ikhlaskan kepada Allah. Alhamdulillah nya pengurus masjid gantikan dengan HP yang baru. Cerita hilang HP ini pada siang hari Senin 11 November 2023.
Sudah 3 bulan lebih aku menahan pulang mulai dari bulan Januari hingga April mendekati lebaran. Memang niatku tidak pulang ke desa sampai hari lebaran tiba baru pulang ke desa. Ketika puasa UNIB sedang mengadakan ujian tengah semester pada akhir Maret sampai awal April. Aku tetap jalani sebaik mungkin UTS semester 2 sebisa ku. Akhirnya UTS pun selesai.
Pada saat itu awal Ramadhan jatuh tanggal 11 Maret 2024. Entah mengapa rasanya semangat ibadah meningkat baik itu sholat malam, Dhuha, dzikir al-ma'surat dan ibadah-ibadah lainnya. Semangat tidak luntur hingga sholat malam dan baca Qur'an tidak lupa di bulan Ramadhan 2023 ini.
Dari awal Ramadhan aku juga di masukkan ke panitia zakat fitrah. Ku kira panitia zakat di kota sama saja dengan di desa Trans tempat tinggal ku ternyata tidak. Disini dari awal pembentukan hingga akhir pembagian sampai menjelang lebaran yaitu besok lebaran hari ini terakhir zakat dibagikan. Sedangkan di desa ku tidak pasti ada jarak 2 atau 3 hari sebelum lebaran bagikan zakat. Aku juga rindu kampung dan ingin pulang akhirnya izin dengan pengurus masjid untuk balek duluan 3 hari sebelum lebaran dan diperbolehkan
Sebelum pulang karena suasana Ramadan aku masih semangat untuk mencari malam Lailatul Qadar bersama teman ku. Pernah juga dengan Pak Hapasudin ketua RT6 pergi ke Masjid Agung At-Taqwa beriktikaf di sana dan pulang sebelum subuh di Masjid Akbar. Lalu temenku buat janji ada Khairu dan Taqi untuk beriktikaf di Masjid Raya Baitul Izzah.
Pada saat itu kami memang mencari malam-malam ganjil dan tepat pada saat kami bertiga di malam 27 ramadhan. Aku berangkat satu motor dengan Khairu dan Taqi dari arah yang berbeda. Kami berangkat setelah sholat tarawih dari masjid masing-masing. Ketika sampai di Masjid Raya Baitul Izzah wah penuh banyak sekali orang-orang yang mencari tempat ibadah di sana karena tempatnya sudah agak menyempit. Kami awalnya ketemu dulu karena mau cari tempat yang sama saat di dalam masjid nanti. Jadi kami nongkrong didepan Masjid Raya Baitul Izzah ketemu disana. Sudah ketemu lanjut ke dalam dan melaksanakan berbagai ibadah. Awalnya wudhu terus baca Alquran hingga tertidur dan lanjut jam 2 bangun malam untuk tahajud hingga pembagian nasi untuk sahur. Selesai dibagikan terus kami makan ditempat lalu aku dan Khairu kembali ke Masjid Akbar.
Sesampainya di masjid siapin sajadah dan kumandangkan adzan shubuh. Selesai shubuh Khairu langsung pulang dan aku lanjut ke rumah marbot tapi g bisa tidur. Nah menjelang siang aku mulai pamitan dan kemas-kemas siapin barang untuk dibawa pulang. Aku juga masih ingat kalau sebelum aku pulang ketemu dengan tukang laundry aku bayarin beberapa sajadah, mukenah, keset, dan bajuku yang di laundry kan. Selepas itu aku rencana tidur siang setelah Dzuhur tapi ngga bisa tidur dan dari situ aku sudah tidak ingat apa-apa. Sebenarnya terakhir kondisi ku yang benar ku ingat saat bayarin pakaian yang di laundry kan soalnya dia datang antarin pakaian tersebut. Dan ingatan ku asli dari kepala hanya pergi iktikaf di Masjid untuk cari malam Lailatul Qadar pulang tiba-tiba sampai di rumah.
Inilah yang terjadi ada beberapa versi cerita saat aku pulang ke desa. (Lanjutannya nanti ya)


Komentar
Posting Komentar