Jurnalistik Foto

A. Foto Daily Live Photo 

 1. Cleaning Service Dekanat FISIP 

Mba Mena, seorang perempuan berusia 38 tahun, bekerja sebagai cleaning service di dekanat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Ia mulai bekerja setiap Senin hingga Jumat, namun terkadang masih harus masuk pada hari Sabtu dan Minggu untuk memenuhi kebutuhan kebersihan kampus. Dengan penuh tanggung jawab, ia menjalankan tugas membersihkan ruangan dan lingkungan sekitar dekanat agar tetap nyaman digunakan. Pekerjaan ini dijalani Mba Mena karena merupakan sumber penghasilan utama bagi keluarganya, dan ia melaksanakannya dengan sabar meskipun harus bekerja dengan waktu yang padat.

2. Penjual es keliling 

Pada Jum’at, 29 Agustus 2025, saat demonstrasi berlangsung di depan gedung DPRD Provinsi Bengkulu, hadir seorang pedagang es keliling bernama Pak Ali yang berusia 35 tahun. Ia sudah dua tahun menjalani usaha berjualan es bersama istrinya, biasanya hanya ketika ada event atau keramaian. Pak Ali ini menyediakan berbagai minuman dingin seperti es teh, es rasa jeruk, es rasa anggur, air mineral, es pucuk harum dan minuman dingin lainnya. Usaha sederhana ini menjadi penopang utama ekonomi keluarganya. Kehadirannya di tengah hiruk-pikuk massa aksi menunjukkan sisi lain dari peristiwa tersebut, bahwa di balik suara lantang demonstran, ada pula perjuangan sunyi seorang ayah yang berusaha mencari nafkah untuk keluarganya.

3. Tukang Parkir Bang Edo 

Bang Edo, seorang pria berusia 30 tahun, sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir di depan Bencoolen Mall, tepatnya di bawah Jembatan Merah Putih, Kota Bengkulu. Ia membantu bibiknya mengelola parkiran, terutama ketika ada event besar atau kegiatan yang ramai menggunakan kawasan tersebut. Selain itu, Bang Edo juga berprofesi sebagai pengemudi ojek online di sekitar kota Bengkulu untuk menambah penghasilan. Pekerjaan ini dijalani sebagai upaya memenuhi kebutuhan hidupnya serta membantu keluarga.

4. Penjual warteg hikmah sedang membalik sate

Pak Wasro, seorang pria berusia 55 tahun asal Brebes, Jawa Tengah, mendirikan Warteg Hikmah sejak April 2018 di Jalan WR Supratman, Kandang Limun, Bengkulu. Awalnya warteg ini hanya memiliki satu cabang, namun kini sudah berkembang dengan adanya cabang lain di Jakarta yang dikelola oleh anaknya. Warteg Hikmah menyediakan beragam menu seperti gulai, aneka lauk, nasi putih, sayur matang, hingga minuman es yang menjadi pilihan masyarakat sekitar. Dalam mengelola usaha ini, Pak Wasro tidak bekerja sendirian, melainkan dibantu oleh istri, anak, serta beberapa karyawan yang membuat Warteg Hikmah tetap berjalan hingga sekarang.

5. Pak hafiz penjual pempek keliling 

Pak Hafiz, seorang pria berusia 33 tahun, berjualan pempek keliling di sekitar Kota Bengkulu, terutama di kawasan Pantai Panjang. Ia fokus berdagang dengan cara berkeliling, sementara istrinya membantu menyiapkan adonan dan memasak pempek di rumah. Harga pempek yang dijual relatif murah, yakni seribu rupiah per biji. Pada hari Senin hingga Jumat, ia biasanya membawa sekitar 800 buah pempek, sedangkan pada Sabtu dan Minggu jumlahnya meningkat menjadi sekitar 1.300 buah. Namun, tidak semua dagangannya selalu habis terjual, sehingga jika ada sisa pempek akan disimpan di dalam kulkas untuk kemudian dijual kembali keesokan harinya.

B. Sport Photo

1. Dhuta pemuda umur 19 tahun sedang menggiring bola basket. Dia baru saja lulus sekolah kini tidak lanjut lagi. Cukup mahir dalam menggiring bola basket untuk menambah poin nilai team.

2. Filipho seorang mahasiswa prodi sosiologi angkatan 24 sering berlari diarea rektorat karena gabut. Namun itu adalah kegabutan yang bermanfaat.

3. Rehan sedang menggiring bola menuju gawang lawan. Dia seorang siswa kelas 7 di SMPN 2 Kota Bengkulu. Dia bermain bola kaki seminggu dua kali di lapangan UNIB depan.
4. Mahasiswa tangguh umur 22 tahun prodi Hukum dari Medan namanya Johannes. Dia menghabiskan waktunya berlari 30 menit di sekitar jalan rektorat UNIB. Biasanya dalam satu Minggu 3 kali namun karena sibuk sidang terakhir setelah sempro kemarin berlari hanya 2 kali dalam seminggu.

5. Mahasiswa bernama Aziz prodi teknik sipil angkatan 21 sedang menyervis bola volley. Bang Aziz bermain volley bersama teman-teman di lapangan UNIB depan.

6. Peserta lomba renang tingkat anak-anak lomba renang gaya dada.

C. Essai Photo

1. Potret Mahasiswa memegang spanduk bekas yang bertuliskan Indonesia Cemas (revolusi) dan Pertanian Membasmi Tikus-tikus Berdasi, Mari Lawan (2/9).

2. Massa aksi damai hari Selasa 2 September 2025 mulai memenuhi Jalan Pembangunan Nomor 1 berjalan dari Taman Budaya arak-arakan ke depan Kantor DPRD Provinsi Bengkulu (2,9).

3. Perwakilan Komunitas Ojek Online berorasi menyuarakan hak-hak ojek online dan menuntut aparat pemerintah untuk segera menyikapi masalah terkait tunjangan DPR dan pajak meningkat saat ini (2/9).

4. Para pejabat DPRD provinsi Bengkulu ikut turun berpanas-panasan menemui massa aksi untuk mendengarkan aspirasi masyarakat dan mahasiswa (2/9).

5. Terlihat pedagang kaki lima tidak mau kehilangan kesempatan untuk berjualan es keliling diantara para demonstran yang berada di sekitar kantor DPRD (2,9).

6. Pahlawan tanpa duga datang membawa logistik untuk memberikan makanan dan minuman kepada demonstran berupa roti dan minuman kemasan. Dia bernama Ilham pahlawan yang datang tepat waktu (2/9).

7. Presiden mahasiswa Universitas Bengkulu Teo Ramadhan Z membakar semangat demonstran melalui orasinya tentang 14 tuntutan yang diresahkan oleh masyarakat (2/9).

8. Ketua DPRD Provinsi Bengkulu Sumardi dari fraksi partai Golkar bersumpah untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Bengkulu kepada DPR RI dan menindaklanjuti segera (2/9). 

9. Usai aksi damai para aparat keamanan POLRI dan TNI bersama mahasiswa membersihkan sampah yang berserak dilokasi aksi (2/9).







Komentar

Postingan Populer