Jurnalistik Foto

General News Photo atau Foto Berita Umum adalah salah satu jenis foto jurnalistik yang memiliki ciri khas sebagai berikut:

1. Terjadwal atau Terencana: Foto ini diambil dari peristiwa atau kejadian yang sudah diketahui atau direncanakan sebelumnya, sehingga fotografer bisa mempersiapkan diri untuk meliputnya.

2. Rutin dan Biasa: Meliput kejadian yang sifatnya rutin atau biasa terjadi, namun tetap memiliki nilai berita.

3. Tema Beragam: Mencakup berbagai tema seperti politik, ekonomi, seni dan budaya, atau humor.

Kegiatan apel pagi oleh seluruh civitas akademika Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang dihadiri oleh tenaga pendidikan, Kabag Umum, Katimja, Dosen P3K, Kajur Ilmu Komunikasi, Dekan FISIP, Wadek I, Wadek II, dan Wadek III pada hari Senin, 24 November 2025. Acara ini berlangsung dengan riang gembira karena ada dua dosen yang naik jabatan yakni Delfan Eko Putra dan Yorry Hardayani.

Telah berakhir Pesta Rakyat Universitas Bengkulu pada Sabtu, 23 November 2025 yang dimeriakan dengan malam puncak dengan memberikan piala, sertifikat, dan sejumlah uang kepada pemenang berbagai macam cabang perlombaan yang dihadiri oleh seluruh civitas akademika baik dosen dan mahasiswa seluruh delapan fakultas yang ada di Universitas Bengkulu. Kegiatan ini diakhiri dengan foto bersama seluruh peserta lomba, tamu undangan, seluruh BEM fakultas, BEM Universitas Bengkulu, serta semua panitia pesta rakyat.

Kemajuan Teknologi Membuat Pasar Minggu Bengkulu Kian Sepi
Reporter : Yogi Pratama
Kamis, 5 November 2025

BENGKULU - Kemajuan teknologi dan maraknya aktivitas belanja daring menjadi salah satu faktor utama meredupnya aktivitas perdagangan di Pasar Minggu, Kota Bengkulu. Akibat minimnya pengunjung, sebagian besar pedagang memilih menutup usaha dan meninggalkan lokasi, terutama di lantai dua bangunan pasar yang kini tidak lagi dimanfaatkan.

Pasar Minggu yang berdiri sejak 1986 dengan luas bangunan sekitar 1,2 hektare, pernah menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat setempat. Sebelum tahun 2010, pasar ini selalu ramai dikunjungi pembeli. Namun, setelah perdagangan melalui internet berkembang pesat, jumlah pengunjung menurun tajam hingga tahun 2025.

“Sekarang masyarakat lebih memilih berbelanja secara daring karena dianggap lebih praktis dan efisien. Akibatnya, pasar semakin sepi dan banyak pedagang berhenti berjualan,” ujar Armen (60), salah seorang pedagang, Kamis (5/11).

Selain terdampak perubahan pola belanja, kondisi fisik Pasar Minggu semakin memburuk. Lantai dua mengalami kerusakan, di antaranya kebocoran atap, kurang pencahayaan, serta bau sampah. Kondisi tersebut membuat area tersebut ditinggalkan pedagang dan nyaris tidak berfungsi.

Pasar Minggu juga sempat mengalami beberapa kali kebakaran, termasuk tiga kejadian pada 2018–2019. Pemerintah kemudian melakukan renovasi pada 11 Mei 2019, namun fasilitas lantai dua tetap tidak menarik minat pedagang untuk kembali beraktivitas.

Staf UPTD Pasar Minggu, Ferdian Sutendi (44), menyatakan pemerintah kota tengah berupaya melakukan pembenahan fasilitas pasar tradisional. “Wali Kota sedang mengupayakan peningkatan kebersihan dan penataan di sejumlah pasar, termasuk Pasar Panorama, Pasar Minggu, dan Pasar Tradisional Modern,” ujarnya.

Meski demikian, para pedagang menilai persaingan dengan perdagangan digital menjadi tantangan terbesar yang mempengaruhi keberlangsungan Pasar Minggu ke depan.


Komentar

Postingan Populer